Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II: Jejak Sejarah Kerajaan Riau-Lingga Terakhir (1885–1911) merupakan bunga rampai yang menghimpun berbagai kajian ilmiah mengenai sosok Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II, penguasa terakhir Kesultanan Riau-Lingga yang memimpin negeri Melayu di tengah menguatnya tekanan kolonial Belanda pada penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Melalui perspektif sejarah, politik, kepemimpinan, budaya, pertahanan, diplomasi, hingga kesenian, buku ini menghadirkan gambaran yang komprehensif mengenai perjalanan hidup Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II beserta dinamika Kesultanan Riau-Lingga pada masa-masa terakhir keberadaannya. Pembaca diajak menelusuri genealogi dan silsilah kesultanan, strategi mempertahankan marwah negeri, hubungan politik dengan pemerintah kolonial, kehidupan Sultan dalam pengasingan, sistem keamanan kerajaan, bentuk-bentuk perlawanan terhadap kolonialisme, serta perkembangan tradisi intelektual dan kebudayaan Melayu yang berkembang di Pulau Penyengat dan Daik Lingga.
Ditulis oleh para akademisi, sejarawan, budayawan, dan peneliti yang memiliki kepakaran di bidangnya, buku ini tidak hanya merekonstruksi peristiwa sejarah berdasarkan sumber-sumber primer dan kajian ilmiah, tetapi juga menawarkan refleksi tentang nilai kepemimpinan, keteguhan prinsip, identitas Melayu, serta pentingnya menjaga warisan budaya sebagai fondasi peradaban.
Lebih dari sekadar mengisahkan berakhirnya sebuah kesultanan, buku ini menunjukkan bahwa Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II adalah simbol keteguhan mempertahankan daulat, marwah, dan jati diri Melayu di tengah arus kolonialisme. Karya ini diharapkan menjadi referensi penting bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, pemerhati sejarah, serta masyarakat luas yang ingin memahami perjalanan Kesultanan Riau-Lingga dan kontribusinya terhadap sejarah, kebudayaan, dan peradaban Melayu di Nusantara.